• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

14 October 2025 13:03  |

Tren Kenaikan Perak Terus Berlanjut, Apa Pendorongnya ?

Harga perak melonjak tajam di sesi perdagangan hari ini, menembus level USD 53,57 per troy ons, seiring meningkatnya permintaan dari sektor industri, investor institusional, dan konsumen fisik di Asia menjelang musim perayaan. Lonjakan harga ini menandai kelanjutan tren penguatan logam mulia yang juga terlihat pada emas, di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral utama dunia.

Salah satu pendorong utama kenaikan perak adalah meningkatnya permintaan fisik, khususnya dari India menjelang festival Deepavali yang akan digelar pada akhir bulan ini. Di saat yang sama, pasokan perak fisik di pusat perdagangan seperti London dan Singapura mengalami pengetatan, memicu premi tinggi di pasar spot. Laporan dari Reuters menyebutkan bahwa beberapa pengecer perhiasan di India bahkan mengalami kekurangan stok karena lonjakan permintaan domestik yang tidak diimbangi pasokan impor.

Selain faktor permintaan musiman, investor global juga mulai kembali melirik perak sebagai aset lindung nilai alternatif di tengah ketidakpastian kebijakan fiskal Amerika Serikat akibat potensi government shutdown. Kondisi ini, ditambah dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur, mendorong arus modal masuk ke aset safe haven seperti logam mulia.

Bank of America dalam laporannya bahkan menaikkan proyeksi harga perak jangka menengah menjadi USD 65 per ons, dengan alasan defisit pasokan yang berkepanjangan dan meningkatnya minat dari investor institusional. Sementara itu, data menunjukkan arus masuk ke exchange-traded fund (ETF) berbasis perak meningkat lebih dari 8% sejak awal bulan Oktober.

Dari sisi industri, kenaikan permintaan juga dipicu oleh sektor energi hijau dan teknologi, karena perak digunakan dalam pembuatan panel surya, kendaraan listrik, serta semikonduktor. Dengan tren global menuju transisi energi bersih, kebutuhan jangka panjang terhadap logam ini diperkirakan akan terus meningkat.

Secara teknikal, harga perak kini bergerak di area kuat dengan support di USD 48 dan resistance di USD 54–55. Jika harga mampu menembus resistance tersebut, potensi penguatan ke area USD 60 terbuka lebar. Namun, analis memperingatkan potensi koreksi jangka pendek mengingat indikator RSI sudah berada di wilayah jenuh beli. Koreksi ke area USD 48–50 justru bisa menjadi peluang beli bagi investor jangka menengah.

Dengan kombinasi faktor fundamental yang kuat dan sentimen pasar yang positif, perak berpotensi mempertahankan momentumnya hingga akhir bulan. Apalagi menjelang Deepavali, ketika permintaan fisik dari India biasanya mencapai puncaknya setiap tahun.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
ANALYSIS & OPINION

Amerika Berencana Jual Cadangan Emasnya, Apa Bisa Picu Korek...

Berita mengejutkan datang dari Amerika disaat mentri perdagangan mereka Scott Bessent diberitakan mencoba untuk merevaluasi k...

21 February 2025 10:12
BIAS23.com NM23 Ai