Ikuti Emas, Perak Ikut Terbang !
Harga perak dunia kembali bergerak menguat pada perdagangan Selasa (8/10/2025), didorong oleh meningkatnya permintaan industri, ekspektasi pelonggaran moneter global, serta lonjakan minat terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat yang masih berlanjut.
Secara fundamental, perak mendapatkan dukungan kuat dari dua sisi — fungsi investasinya sebagai logam mulia dan kebutuhan industri yang terus meningkat. Menurut laporan Kitco Metals, pasokan perak global pada 2025 masih mengalami defisit akibat meningkatnya konsumsi untuk sektor kendaraan listrik, panel surya, dan teknologi semikonduktor. Kondisi ini membuat pasar fisik perak tetap ketat meski harga telah naik tajam sepanjang tahun.
Selain itu, meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertemuan FOMC akhir Oktober turut memperlemah dolar AS dan mendukung kenaikan harga logam mulia. Ekspektasi pemangkasan suku bunga juga semakin diperkuat oleh kebuntuan politik di Washington terkait government shutdown, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS. Investor global kini mencari perlindungan pada aset-aset berwujud seperti emas dan perak.
Di sisi teknikal, harga perak (XAG/USD) saat ini diperdagangkan di kisaran USD 48,50 per troy ounce, setelah sempat terkoreksi sekitar 1,3% pada sesi sebelumnya. Secara grafik, tren jangka menengah masih berada dalam fase bullish, dengan potensi kenaikan lebih lanjut jika harga berhasil menembus resistance psikologis di level USD 50 per troy ounce. Sementara itu, area USD 46–47 menjadi support penting yang perlu dijaga untuk mempertahankan momentum penguatan.
Beberapa analis memperingatkan bahwa pergerakan perak sudah mulai menunjukkan tanda-tanda overbought setelah reli panjang sejak pertengahan tahun. Hal ini membuka peluang koreksi jangka pendek, terutama jika dolar AS kembali menguat atau investor melakukan aksi ambil untung.
Meski demikian, secara keseluruhan sentimen terhadap logam mulia masih positif. Kombinasi antara permintaan industri yang solid, pelemahan dolar, dan risiko geopolitik diperkirakan akan menjaga harga perak tetap tinggi hingga akhir tahun. Investor kini menanti hasil rapat The Fed pada akhir Oktober sebagai faktor penentu arah berikutnya.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id