Brent Oil Tertekan di Bawah $68, Pasokan Melimpah dan Adanya Sinyal Tekanan Teknis
Harga minyak mentah Brent kembali merosot di bawah level psikologis $70 per barel pada perdagangan hari ini. Tekanan datang dari kombinasi kenaikan pasokan global dan sentimen teknikal yang bearish.
Menurut laporan Reuters, harga minyak tertekan setelah ekspor dari wilayah Kurdistan Irak kembali normal, menambah suplai sekitar 180.000–190.000 barel per hari ke pelabuhan Ceyhan, Turki. Selain itu, OPEC+ juga berencana menaikkan produksi sebesar 137.000 barel per hari pada November, meskipun produksi aktual masih tertinggal 500.000 barel dari target.
Secara teknikal, indikator harian menunjukkan sinyal “strong sell”. Brent kini menghadapi support di kisaran $66,5–$66,8 per barel, sementara resistance terdekat berada di $67,3. Jika support ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut, sementara rebound hanya mungkin terjadi bila harga mampu menembus level resistance tersebut.
Meski sentimen pasokan saat ini mendominasi arah harga, analis mengingatkan bahwa risiko geopolitik tetap bisa menjadi katalis balik. Ketegangan yang melibatkan Rusia maupun Iran dapat kembali memicu lonjakan harga jika bereskalasi.
Dengan kondisi ini, pasar minyak dunia menghadapi ketidakpastian ganda: tekanan pasokan jangka pendek dan potensi risiko geopolitik jangka menengah. Para pelaku pasar kini menanti data ekonomi global serta keputusan OPEC+ selanjutnya sebagai arah penentu harga Brent ke depan.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id