Apa Itu Government Shutdown, dan Kenapa AS Terancam Mengalaminya Lagi?
Amerika Serikat kembali di ambang government shutdown—situasi di mana sebagian aktivitas pemerintah federal dihentikan karena tidak adanya kesepakatan anggaran. Shutdown ini bisa terjadi dalam waktu dekat jika Presiden Donald Trump dan Kongres gagal mencapai kesepakatan sebelum tenggat pendanaan habis pada Selasa malam (waktu AS).
Shutdown terjadi ketika Kongres tidak menyetujui anggaran tahunan atau setidaknya dana sementara (continuing resolution) untuk menjaga operasional pemerintah. Tanpa itu, berbagai lembaga non-esensial seperti layanan statistik, taman nasional, atau penelitian federal harus dihentikan sementara, dan ratusan ribu pegawai federal tak menerima gaji sampai dana disetujui.
Kondisi saat ini memanas karena ketegangan politik di Washington. Partai Republik yang menguasai DPR ingin memangkas pengeluaran pemerintah, sementara Demokrat bersikeras mempertahankan anggaran untuk program sosial. Presiden Trump bahkan membatalkan pertemuan dengan pemimpin Demokrat, menyebut proposal mereka “tidak serius”. Negosiasi pun semakin buntu, sementara waktu terus berjalan.
Dampaknya bukan hanya dirasakan di AS, tapi juga mengguncang pasar global. Ketidakpastian ini melemahkan nilai tukar dolar AS, mendorong investor masuk ke aset aman seperti emas, dan bisa menunda rilis data ekonomi penting seperti laporan pekerjaan bulanan (Nonfarm Payrolls) yang biasa menjadi panduan utama bagi arah kebijakan The Fed.
Ketidakpastian ini berdampak langsung ke pasar komoditas. Harga emas dan perak melonjak karena investor memburu aset lindung nilai di tengah risiko politik dan kemungkinan The Fed bersikap lebih dovish jika data ekonomi tertunda. Harga minyak justru tertekan, karena pasar khawatir shutdown akan mengganggu aktivitas ekonomi AS dan menekan permintaan energi. Dengan ketiga komoditas ini bergerak dalam arah berbeda, pasar global kini benar-benar fokus pada perkembangan negosiasi di Washington.
Kenapa Shutdown Terancam Terjadi Sekarang (Sep 2025)?
1. Pemerintah AS akan kehabisan dana pada hari Selasa malam (waktu setempat) kalau tidak ada kesepakatan anggaran baru.
2. Presiden Trump dan Partai Republik di Kongres berselisih dengan Demokrat soal besaran anggaran dan alokasi dana. Demokrat ingin mempertahankan anggaran untuk program sosial. Sementara kubu Trump ingin pemotongan belanja besar-besaran.
3 Trump juga baru saja membatalkan pertemuan dengan pemimpin Demokrat, karena menganggap proposal mereka "tidak serius".
Dampak Shutdown Apa?
1. Pegawai federal tidak digaji sementara waktu.
2. Layanan publik (seperti taman nasional, riset, lembaga statistik) tutup sementara.
3. Data ekonomi penting bisa tertunda, seperti laporan pekerjaan (Nonfarm Payrolls), yang sangat ditunggu pasar.
4. Bisa menurunkan kepercayaan investor, membuat pasar keuangan gelisah dan menekan dolar AS.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id