Resistance US$3.700 Akan Jadi Penentu Langkah Emas Selanjutnya
Harga emas dunia pada perdagangan Senin masih bertahan di dekat rekor tertinggi, seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan dovish Federal Reserve (The Fed) dan tingginya permintaan safe-haven di tengah ketidakpastian global.
Emas spot diperdagangkan di kisaran US$3.690 per troy ounce, hanya sedikit di bawah rekor terbaru yang dicetak pekan lalu. Para pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi inti AS (Core PCE) dan pernyataan pejabat The Fed yang akan menjadi penentu arah kebijakan moneter berikutnya.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga tambahan hingga akhir tahun masih menjadi katalis utama bagi emas. Penurunan imbal hasil obligasi riil menurunkan biaya peluang memegang emas, sementara inflasi yang tetap tinggi menjaga minat investor pada logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Selain faktor moneter, ketidakpastian geopolitik dan pembelian emas oleh bank-bank sentral terus mendukung tren kenaikan. “Selama ketidakpastian global tetap tinggi, emas akan sulit kehilangan daya tariknya,” ujar seorang analis komoditas di Singapura.
Secara teknikal, emas saat ini bergerak dalam rentang konsolidasi bullish US$3.600–US$3.700. Level US$3.700–US$3.708 menjadi resistance utama yang jika ditembus berpotensi membawa harga ke US$3.750–US$3.800. Sementara itu, zona US$3.640–US$3.650 menjadi support kunci, dan penurunan di bawah US$3.600 bisa memicu koreksi lebih dalam ke kisaran US$3.550.
Dengan tren jangka pendek yang masih positif, emas berpeluang melanjutkan penguatan apabila dolar AS melemah atau The Fed memberi sinyal dovish. Namun, data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan dapat menjadi faktor pembalik yang menekan harga logam mulia ini.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id