Gelombang Bullish Emas: Fed Melemah, China Borong, Rekor Baru Tercipta
Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Senin (9/9), menembus level di atas US$3.650 per ons. Lonjakan ini dipicu oleh kombinasi faktor makroekonomi, pelemahan dolar, serta aksi bank sentral yang terus memperkuat permintaan logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Faktor utama pendorong kenaikan emas adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan September, menyusul laporan ketenagakerjaan AS yang lemah. Pasar kini memperkirakan peluang kuat bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25–50 basis poin. Kondisi ini menekan imbal hasil obligasi AS dan membuat emas semakin menarik bagi investor global.
Selain itu, Bank Sentral China (PBoC) juga tercatat melanjutkan pembelian emas untuk bulan ke-10 berturut-turut hingga Agustus 2025. Cadangan emas PBoC kini mencapai lebih dari 74 juta troy ounce, mencerminkan strategi diversifikasi cadangan devisa dari dominasi dolar AS. Aksi borong emas oleh China memberi dukungan struktural terhadap harga emas, menambah keyakinan investor bahwa tren bullish masih akan berlanjut.
Dengan kombinasi pelemahan dolar, ekspektasi pemangkasan suku bunga, serta permintaan berkelanjutan dari bank sentral, emas kini semakin kokoh sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id