Permintaan Industri dan Ekspektasi Fed Jadi Pendorong Utama Perak Menuju $42
Perak kembali menunjukkan tren menguat pada perdagangan Selasa (9/9), mendekati level tertinggi dalam beberapa dekade di kisaran USD 42 per ons. Kenaikan ini didorong oleh pelemahan dolar AS setelah rilis data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan, yang semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Selain itu, permintaan industri terhadap perak—khususnya dari sektor energi terbarukan, elektronik, dan kendaraan listrik—tetap tinggi, sehingga menambah dukungan fundamental bagi logam mulia ini.
Secara global, perak telah mencatat kenaikan lebih dari 40% sepanjang tahun 2025, menjadikannya salah satu aset berkinerja terbaik. Di pasar India, harga perak bahkan menembus ₹123.000 per kilogram dan diperkirakan bisa mencapai ₹135.000/kg pada akhir tahun. Analis menilai momentum bullish ini juga diperkuat oleh meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven, seiring ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara besar.
Dari sisi teknikal, tren pergerakan perak masih memperlihatkan sinyal kuat untuk melanjutkan kenaikan. Indikator moving averages mayoritas menunjukkan tren bullish, sementara resistance terdekat berada di kisaran USD 42,10, dengan support pada USD 41,00. Namun, indikator RSI dan stochastic berada di zona tinggi, mengisyaratkan potensi koreksi jangka pendek. Jika harga mampu menembus level resistance, ruang kenaikan menuju USD 43 per ons terbuka lebar, tetapi kegagalan menembusnya bisa memicu koreksi ke bawah USD 41,00.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id