Produksi OPEC+ Ancam Harga Minyak, Pasar Cemas Oversupply
Harga minyak dunia kembali bergerak melemah setelah kabar bahwa OPEC+ tengah mempertimbangkan langkah untuk menaikkan produksi mulai bulan Oktober. Keputusan ini dinilai berpotensi menambah tekanan pasokan di pasar global yang sudah diliputi kekhawatiran perlambatan permintaan.
Menurut laporan Reuters, OPEC+ akan menggelar pertemuan pada Minggu mendatang untuk meninjau ulang kebijakan produksinya. Sumber internal menyebutkan bahwa kelompok produsen minyak tersebut kemungkinan akan mempercepat pencabutan pemangkasan produksi sebesar 1,65 juta barel per hari. Jika terealisasi, tambahan suplai ini dapat memperbesar risiko kelebihan pasokan (oversupply) di pasar energi global.
Rencana tersebut langsung berdampak pada pergerakan harga minyak. Minyak mentah Brent turun lebih dari 1% ke kisaran US$67 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) juga terkoreksi di bawah US$63 per barel. Sentimen bearish semakin kuat setelah data stok minyak mentah Amerika Serikat menunjukkan kenaikan tak terduga sebesar 622.000 barel dalam laporan mingguan terbaru.
Selain faktor pasokan, pelemahan harga juga diperparah oleh outlook permintaan yang tidak terlalu optimistis. Perlambatan ekonomi di Eropa dan Asia, ditambah lemahnya data manufaktur, menekan proyeksi konsumsi energi di paruh kedua tahun ini.
Kombinasi rencana kenaikan produksi OPEC+, lonjakan stok minyak AS, serta lemahnya prospek permintaan membuat harga minyak berada di bawah tekanan. Investor kini menanti hasil pertemuan OPEC+ pada akhir pekan sebagai faktor penentu arah harga dalam jangka pendek.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id