Kenapa Perak Justru Melemah Disaat Emas On Fire ?
Harga perak kembali mengalami penurunan pada perdagangan pagi ini. Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS yang menekan daya tarik logam mulia non-yield seperti perak.. Logam yang sebelumnya sempat mendapat dukungan dari defisit pasokan global ini, kini kesulitan menjaga momentum kenaikannya di tengah tekanan makroekonomi.
Selain faktor moneter, perlambatan permintaan industri juga turut membebani harga perak. Sebagai logam yang banyak digunakan dalam sektor elektronik, panel surya, hingga peralatan medis, pelemahan aktivitas manufaktur global membuat permintaan perak tidak sekuat beberapa bulan sebelumnya.
Di pasar global, defisit pasokan memang masih berlangsung, tetapi tidak cukup untuk menopang harga di tengah sentimen bearish yang datang dari dolar AS dan suku bunga tinggi. Kondisi ini membuat perak rentan melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek, meskipun prospek jangka panjang masih ditopang oleh tren transisi energi yang membutuhkan logam ini.
Para analis menilai, selama dolar AS mempertahankan penguatannya, pergerakan perak akan tetap terbatas. Namun, jika terjadi perubahan sikap The Fed atau tanda-tanda pemulihan permintaan industri, perak berpotensi bangkit kembali dari tekanan yang terjadi hari ini.
Namun, dari sisi teknikal, perak kini memasuki zona krusial. Support terdekat berada di area USD 40,50–40,30, sementara resistance kuat berada di kisaran USD 41,00–41,20. Indikator RSI menunjukkan kondisi overbought, menandakan potensi konsolidasi atau koreksi jangka pendek. Jika perak mampu menembus level resistance tersebut, harga berpeluang melanjutkan reli menuju USD 41,50–42,00. Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas support psikologis, koreksi ke USD 40,00–39,80 bisa terjadi sebelum melanjutkan tren naik.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id