Perak Tembus Level Tertinggi 14 Tahun, Momentum Bullish Masih Berlanjut
Harga perak pagi ini (2/9) melesat ke level tertinggi sejak 2011, diperdagangkan di kisaran US$40,60 per ons atau naik sekitar 0.3 persen. Lonjakan ini terjadi seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada September dan pelemahan dolar AS, yang memperkuat posisi perak sebagai aset safe haven.
Secara fundamental, perak mendapat dukungan dari defisit pasokan global yang diperkirakan mencapai 206 juta ons pada 2025, serta meningkatnya permintaan industri, khususnya dari sektor energi terbarukan, kendaraan listrik, dan elektronik. HSBC bahkan telah merevisi naik proyeksi harga rata-rata perak menjadi US$35,14 per ons tahun ini, mencerminkan keyakinan terhadap prospek bullish logam mulia tersebut.
Dari sisi teknikal, perak menunjukkan sinyal “strong buy” dengan mayoritas indikator seperti moving averages, MACD, dan RSI masih mengonfirmasi tren naik. Namun, RSI yang berada di level 78 menandakan kondisi overbought, sehingga peluang koreksi jangka pendek tetap terbuka. Meski begitu, pola breakout memberi target harga baru di kisaran US$41–43, bahkan berpotensi menembus US$48–50 dalam beberapa bulan mendatang jika momentum terus berlanjut.
Secara keseluruhan, perak menjadi salah satu aset yang paling bersinar di pasar komoditas saat ini, ditopang kombinasi kuat faktor fundamental dan teknikal. Investor diingatkan untuk tetap mewaspadai potensi aksi ambil untung jangka pendek, meski tren jangka menengah hingga panjang masih mengarah bullish.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id