USD/JPY Masih Terjebak di Kisaran Sempit, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Pasangan mata uang USD/JPY masih berada dalam konsolidasi ketat pada perdagangan hari Rabu (27/8), bergerak di kisaran 147,00–148,00, di tengah sentimen global yang memanas. Pelaku pasar kini menunggu rilis data ekonomi penting AS serta sinyal kebijakan dari Bank of Japan (BoJ) yang dapat memicu pergerakan besar.
Harapan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertemuan mendatang menekan kekuatan dolar. Sementara itu, ketegangan politik di AS, termasuk isu independensi bank sentral setelah perseteruan Trump dengan pejabat Fed, semakin meningkatkan volatilitas pasar.
Inflasi inti Jepang yang mencapai 3,4% memicu spekulasi bahwa BoJ akan mengambil langkah pengetatan lebih agresif. Jika skenario ini terjadi, yen berpotensi menguat lebih jauh terhadap dolar.
Proyeksi JP Morgan: Yen Bisa Menguat 2026
Laporan terbaru JP Morgan menunjukkan revisi proyeksi untuk yen, dengan prediksi USD/JPY berada di level 146 pada kuartal ini, dan bisa turun menuju 139 pada pertengahan 2026.
Saat ini, USD/JPY tertahan di rentang 146,20–148,51. Jika harga menembus 148,76, pasar berpotensi menguji kembali 150,90. Sebaliknya, penurunan di bawah 146,20 akan membuka jalan menuju 142,667.
Fokus investor kini tertuju pada data PCE AS dan laporan inflasi Jepang. Data ini akan menjadi katalis utama pergerakan USD/JPY dalam beberapa hari ke depan.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id