Pemecatan Gubernur The Fed Guncang Pasar: Saham AS Berfluktuasi, Emas dan Perak Menguat
Pemecatan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook oleh Presiden Donald Trump menimbulkan gelombang ketidakpastian di pasar global. Keputusan mengejutkan ini memicu kekhawatiran tentang independensi bank sentral AS, mendorong volatilitas di pasar saham, serta mempengaruhi harga komoditas seperti emas, perak, dan minyak.
Setelah pengumuman pemecatan, indeks saham utama AS seperti S&P 500 dan Nasdaq sempat mengalami tekanan. Investor khawatir kebijakan moneter akan lebih dipengaruhi oleh faktor politik daripada data ekonomi.
Namun, sentimen tersebut berbalik sebagian setelah pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga September meningkat hingga 87%, menurut data CME FedWatch. Ekspektasi kebijakan dovish ini biasanya menguntungkan sektor teknologi dan saham pertumbuhan.
Logam mulia langsung mendapatkan dorongan positif.
Emas tetap berada di dekat level tertinggi dua minggu, di kisaran USD 3.368 per ounce, seiring pelemahan dolar.
Perak menguat sekitar 0,3% ke USD 38,94 per ounce, didorong kombinasi ketidakpastian geopolitik dan daya tariknya sebagai aset aman.
Pelemahan indeks dolar AS (DXY) menjadi katalis utama, karena membuat komoditas berbasis dolar lebih murah bagi pembeli global.
Harga minyak mentah bergerak fluktuatif. Di satu sisi, pelemahan dolar mendukung penguatan harga. Namun, kekhawatiran atas stabilitas politik dan potensi perlambatan ekonomi global membatasi kenaikan.
Analis menilai jika ekspektasi pemangkasan suku bunga terealisasi, harga minyak berpotensi stabil karena dorongan permintaan dari ekonomi AS.
Pemecatan Lisa Cook menjadi katalis volatilitas pasar global. Ketidakpastian politik mendorong investor mengalihkan portofolio ke aset aman seperti emas dan perak, sementara pasar saham berupaya menyeimbangkan kekhawatiran dengan prospek kebijakan moneter yang lebih longgar. Minyak mentah masih berada dalam fase tarik-menarik antara sentimen risiko dan dukungan dari pelemahan dolar.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id