Efek Tarif Trump, Emas Semakin Bersinar
Trump mengatakan pada Selasa malam di Gedung Putih bahwa pemerintahannya sedang membahas penerapan tarif 10% pada barang yang diimpor dari Tiongkok pada tanggal 1 Februari dan di hari yang sama ia mengatakan akan menerapkan tarif 25% terhadap Meksiko dan Kanada.
Ia juga berjanji akan mengenakan bea masuk pada impor Eropa tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Meskipun ada ancaman tersebut, kurangnya rencana khusus dari hari pertama Trump menjabat membuat dolar memulai minggu ini dengan penurunan 1,2% terhadap sekeranjang mata uang utama.
Setelah dua tahun kemajuan dalam inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS yang secara mengejutkan terus-menerus, Fed akan bertemu minggu depan dengan salah satu fokusnya pada kebijakan pemerintahan Trump yang baru.
Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil dalam kisaran 4,25%-4,50% saat ini pada pertemuan kebijakan 28-29 Januari, setelah menurunkannya dengan satu poin persentase penuh sejak September 2024. Suku bunga yang lebih tinggi melemahkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Dolar yang melemah membuat emas lebih menarik bagi pembeli asing. Emas dianggap sebagai investasi yang aman selama ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Saat ini emas di perdagangkan di $2752.35 atau naik sekitar 0,2% pada perdagangan sesi Asia hari Rabu (22/1).
Sumber : Newsmaker.id