Minyak Stabil Risiko Iran dan Prospek Ekspor Venezuela Jadi Fokus Investor
Harga minyak Brent dan WTI sebagian besar tetap stabil dalam perdagangan Asia pada Senin(12/1) pagi, setelah sebelumnya naik lebih dari 3% di minggu lalu karena ketegangan geopolitik yang meningkat. Brent sempat diperdagangkan sekitar US$63,39 per barel, sementara WTI berada di sekitar US$59,15 per barel, masing‑masing naik tipis 0,1%. Investor kini menimbang antara risiko gangguan pasokan dengan kemungkinan pasokan tambahan kembali ke pasar.
Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh kerusuhan dan protes mematikan di Iran, yang merupakan salah satu produsen minyak penting di Timur Tengah. Kekhawatiran bahwa konflik bisa mengganggu aliran minyak melalui wilayah strategis seperti Selat Hormuz membuat harga minyak tetap mendukung permintaan.
Namun, potensi kembalinya pasokan minyak dari Venezuela juga menahan laju kenaikan harga. Pemerintah AS telah menunjukkan kemungkinan melonggarkan pembatasan ekspor minyak Venezuela, termasuk akses terhadap puluhan juta barel minyak yang sebelumnya terkena sanksi, sehingga pasar melihat ada peluang pasokan tambahan yang dapat menyeimbangkan kekhawatiran geopolitik dan menjaga harga tetap stabil. (az)
Harga minyak pada saat analisis ini adalah $63.11
- Beli jika harga bergerak dalam kisaran $63.21
- Jual jika harga bergerak dalam kisaran $63.01
Resistance 2: $63.41
Resistance 1: $63.31
Support 1: $59.91
Support 2: $59.81
Disclaimer
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id