
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS menguat terbatas pada perdagangan Selasa (1/9), meskipun Ketua Federal Reserve Kevin Warsh sebelumnya memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin dilakukan apabila inflasi tidak kembali menuju target bank sentral.
Strategis MUFG Derek Halpenny menilai respons dolar terhadap pidato Warsh pada Jumat relatif kecil. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang rilis data ketenagakerjaan AS pada Jumat serta data inflasi yang akan keluar pekan depan.
Data-data tersebut dinilai sangat penting karena hasil yang lemah dapat mengurangi peluang The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan 16 September. Karena itu, keputusan kebijakan bulan ini masih dianggap sangat ketat dan sangat bergantung pada perkembangan data terbaru.
Ketidakpastian juga meningkat karena September menjadi bulan yang padat dengan pertemuan sejumlah bank sentral utama. Kondisi tersebut membuat investor cenderung membatasi pembelian dolar secara agresif meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed meningkat.
Indeks dolar DXY tercatat naik sekitar 0,2% ke level 99,633. Penguatan tersebut menunjukkan dolar masih mendapatkan dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat, tetapi belum cukup kuat untuk memicu reli besar.
Analisa Newsmaker: Pergerakan dolar saat ini menunjukkan pasar belum sepenuhnya yakin bahwa nada hawkish Warsh akan langsung berujung pada kenaikan suku bunga September. Selama data tenaga kerja dan inflasi belum dirilis, DXY berpotensi bergerak terbatas. Data yang kuat dapat memperbesar peluang kenaikan suku bunga dan mendorong dolar lebih tinggi, sedangkan data yang lemah berpotensi memangkas ekspektasi tersebut dan menekan kembali dolar.(yds)
Sumber: Newsmaker.id