
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Perekonomian Amerika Serikat mencatat penambahan lapangan kerja yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Berdasarkan revisi tolok ukur awal dari Bureau of Labor Statistics, jumlah pekerjaan dalam periode 12 bulan hingga Maret 2026 direvisi turun sebanyak 79.000.
Revisi tersebut setara dengan penyesuaian ke bawah sebesar 0,1%. Angka ini menunjukkan pasar tenaga kerja AS tidak sekuat estimasi awal, meskipun penurunannya masih tergolong terbatas secara keseluruhan.
Penyesuaian terbesar terjadi pada sektor perdagangan ritel, yang direvisi turun sebanyak 154.600 lapangan kerja. Sektor pendidikan swasta dan layanan kesehatan juga mencatat revisi turun sebesar 96.000, disusul perdagangan grosir sebesar 86.200.
Sektor jasa profesional dan bisnis direvisi turun 76.000, sementara manufaktur berkurang 67.000. Revisi lebih kecil terjadi pada sektor rekreasi dan perhotelan sebesar 33.000, serta pertambangan dan penebangan kayu sebesar 6.000.
Namun, beberapa sektor justru mencatat revisi ke atas. Transportasi dan pergudangan memimpin dengan tambahan 135.100 lapangan kerja, diikuti sektor pemerintah 99.000, informasi 87.000, aktivitas keuangan 85.000, dan konstruksi 62.000.
Analisis Newsmaker: Revisi payroll yang lebih rendah memberi sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan sebagian momentum, terutama di sektor retail dan jasa. Bagi market, data ini dapat menahan ekspektasi kenaikan suku bunga agresif The Fed karena tekanan tenaga kerja terlihat tidak sekuat sebelumnya. Namun, revisi positif pada sektor transportasi, pemerintah, keuangan, dan konstruksi menunjukkan pelemahan belum merata. Dampaknya, dolar AS dan yield Treasury bisa bergerak lebih sensitif terhadap data tenaga kerja berikutnya, sementara emas berpotensi mendapat dukungan jika pasar membaca revisi ini sebagai sinyal perlambatan ekonomi.
Sumber: Newsmaker.id