
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun untuk minggu kedua berturut-turut. Initial Jobless Claims turun 4.000 menjadi 203.000 pada pekan ketiga Agustus, lebih baik dibanding ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan ke 208.000.
Data ini memperlihatkan pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat meskipun laporan payroll terbaru menunjukkan kontraksi yang mengejutkan. Jumlah klaim tetap berada dekat level rendah historis setelah sebelumnya sempat menyentuh sekitar 189.000 pada pertengahan Juli, level terendah dalam hampir enam dekade.
Continuing Claims juga turun 18.000 menjadi sekitar 1,778 juta, lebih rendah dari perkiraan. Penurunan ini menunjukkan jumlah pekerja yang terus menerima tunjangan pengangguran juga berkurang, memperkuat pandangan bahwa tekanan di pasar tenaga kerja belum terlalu besar.
Ketahanan pasar kerja tersebut sejalan dengan pandangan sejumlah pejabat FOMC yang menilai ekonomi AS masih berada di sekitar kondisi full employment. Kondisi ini dapat membuat Federal Reserve lebih berhati-hati untuk melonggarkan kebijakan, terutama ketika inflasi masih berada di atas target.
Klaim dari pekerja federal juga turun menjadi 390, terendah sejak Desember 2024. Angka ini menjadi perhatian karena pemerintahan AS masih menjalankan program pengurangan jumlah pekerja publik, tetapi dampaknya terhadap klaim pengangguran sejauh ini terlihat terbatas.
Analisis Newsmaker: data ini cenderung hawkish untuk The Fed dan positif bagi dolar AS. Pasar tenaga kerja yang tetap kuat memberi Fed ruang untuk mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan menaikkannya jika inflasi tidak turun. Untuk gold, data ini bisa menjadi tekanan jika yield Treasury dan DXY ikut naik, terutama menjelang Jackson Hole dan agenda inflasi berikutnya.(yds)
Sumber: Newsmaker.id