
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menegaskan bahwa perjuangan bank sentral melawan inflasi belum selesai, setelah laju harga belum menunjukkan perlambatan yang cukup signifikan menuju target 2%. Dalam pidato utama pertamanya sebagai Ketua Fed di Jackson Hole, Warsh menekankan bahwa pembuat kebijakan harus melihat bukti nyata inflasi inti bergerak turun dengan kecepatan yang memadai.
Warsh mengatakan target inflasi 2% tetap menjadi komitmen tegas The Fed dan bukan sekadar asumsi bahwa tekanan harga akan turun dengan sendirinya. Ia menyebut suku bunga sebagai instrumen utama bank sentral dan menilai kondisi keuangan saat ini belum cukup restriktif. Namun, Warsh tidak secara eksplisit mengatakan bahwa dirinya mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan September.
Pasar langsung menangkap pidato tersebut sebagai sinyal hawkish. Yield Treasury tenor dua tahun naik sekitar lima basis poin ke 4,28%, sementara probabilitas kenaikan suku bunga Fed pada September melonjak menjadi lebih dari 45%, dibandingkan sekitar 36% sebelum Warsh berbicara. Pergerakan tersebut menunjukkan investor kembali meningkatkan taruhan terhadap pengetatan jangka pendek.
Warsh mengakui data PCE dan CPI selama musim panas lebih baik dari perkiraan, tetapi menilai angka tersebut belum menunjukkan perubahan berarti pada tren dasar inflasi. Menurutnya, stabilitas harga harus diwujudkan secara aktif oleh The Fed dan tidak bisa hanya mengandalkan inflasi untuk kembali turun secara alami.
Pernyataan tersebut juga memperjelas posisi Warsh setelah komunikasi Fed sebelumnya menuai kritik. Pada rapat Juli, The Fed kembali mempertahankan suku bunga untuk kelima kalinya berturut-turut, meskipun risalah menunjukkan beberapa pejabat menginginkan kenaikan dan banyak anggota siap mengetatkan kebijakan apabila inflasi kembali membandel. Di sisi lain, data ekonomi terbaru menunjukkan penjualan ritel dan pasar tenaga kerja mulai melemah, sehingga keputusan September masih belum sepenuhnya pasti.
Analisis Newsmaker: pidato Warsh memiliki bias hawkish yang cukup jelas, meskipun belum menjadi sinyal langsung bahwa Fed pasti menaikkan suku bunga September. Fokusnya terhadap inflasi dan pernyataan bahwa Fed masih memiliki “pekerjaan yang harus diselesaikan” membuat peluang rate hike kembali meningkat. Kondisi ini secara fundamental positif bagi dolar dan yield jangka pendek, tetapi menjadi tekanan bagi emas. Data inflasi dan tenaga kerja berikutnya akan menentukan apakah probabilitas kenaikan yang kini menembus 45% dapat terus meningkat.
Sumber: Newsmaker.id