Nikkei Terpukul, Saham Jepang Balik Melemah
Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Senin (03/08). Indeks Nikkei 225 turun 1,02%, tertekan oleh pelemahan saham sektor kertas, transportasi, dan komunikasi setelah mencatat lonjakan tajam pada perdagangan sebelumnya.
Meski indeks terkoreksi, sejumlah saham teknologi tetap melesat. Renesas Electronics melonjak 13,45%, Lasertec naik 7,91%, sedangkan Socionext menguat 6,07%, menunjukkan minat investor terhadap sektor semikonduktor masih terjaga.
Tekanan terbesar datang dari Nippon Electric Glass yang anjlok 17,45%. Saham Fanuc turun 14,31%, sementara TOTO melemah 11,97%. Secara keseluruhan, jumlah saham yang turun jauh lebih banyak dibandingkan saham yang menguat di Bursa Tokyo.
Sentimen pasar turut dipengaruhi penguatan yen. Pasangan USD/JPY turun ke sekitar 156,76, sedangkan EUR/JPY melemah ke 180,69. Yen yang lebih kuat dapat menekan prospek pendapatan perusahaan Jepang yang banyak bergantung pada ekspor.
Harga minyak yang jatuh tajam belum cukup mengangkat pasar saham. WTI turun ke sekitar US$79,11 per barel, sedangkan Brent melemah ke US$82,82. Sementara itu, emas berjangka naik ke sekitar US$4.117,80 per troy ounce.
Analisis Newsmaker: Koreksi Nikkei menunjukkan aksi ambil untung mulai muncul setelah reli besar sebelumnya. Penguatan yen masih menjadi risiko bagi saham eksportir, tetapi penurunan harga energi dan kuatnya minat terhadap saham cip dapat membantu membatasi pelemahan pasar Jepang.(asd)
Sumber: Newsmaker.id