Saham Jepang Turun saat Harga Minyak Melonjak
Bursa saham Jepang melemah pada Kamis (19/3), membalikkan penguatan sesi sebelumnya, setelah harga minyak kembali melonjak usai serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran inflasi. Nikkei 225 turun sekitar 2,5% ke bawah 54.000, sementara Topix melemah 1,5% ke sekitar 3.660.
Jepang dinilai sangat rentan terhadap guncangan pasokan minyak karena ketergantungannya yang tinggi pada impor dari Timur Tengah. Kenaikan harga energi berpotensi langsung menekan biaya impor dan mendorong inflasi, yang pada akhirnya membebani sentimen investor di pasar ekuitas.
Tekanan pada saham Jepang juga datang dari eksternal, mengikuti aksi jual tajam di Wall Street semalam. Penurunan di AS dipicu data PPI yang lebih panas dari perkiraan serta naiknya proyeksi inflasi dari Federal Reserve, yang mempersempit ruang pemangkasan suku bunga dan mendorong pasar kembali menilai skenario “higher-for-longer”.
Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) secara luas diperkirakan akan menahan suku bunga kebijakannya hari ini. Namun pasar menilai BOJ bisa memberikan sinyal bias yang lebih hawkish, karena pelemahan yen dan lonjakan harga minyak memperbesar risiko inflasi. Kombinasi yen lemah + energi mahal berarti tekanan harga impor dapat bertahan lebih lama, sehingga investor menunggu arah komunikasi BOJ untuk membaca seberapa agresif bank sentral akan merespons.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id