Saham Jepang Melemah, Nintendo Turun Tajam
Indeks Nikkei 225 turun 0,78% dan ditutup di 54.293 pada Rabu (4/2), memangkas sebagian kenaikan sesi sebelumnya. Sentimen pasar tertekan oleh laporan kinerja (earnings) yang mengecewakan dari sejumlah emiten, sementara bursa Jepang juga ikut terseret pelemahan saham teknologi di Wall Street.
Tekanan dari global datang dari aksi jual yang dipimpin sektor teknologi di Amerika Serikat. Investor terlihat mulai rotasi dari saham teknologi yang valuasinya dianggap sudah terlalu mahal menuju saham yang lebih “siklikal”, sehingga membuat saham-saham terkait chip dan teknologi di Jepang ikut kehilangan tenaga.
Sorotan terbesar datang dari Nintendo yang anjlok 11%. Pasar bereaksi setelah momentum penjualan konsol andalan Switch 2 dinilai melambat, dan perusahaan memilih mempertahankan proyeksi tahunan (bukan menaikkan) untuk laba dan target perangkat keras—sinyal yang dianggap kurang agresif oleh investor.
Di sektor elektronik, Ibiden jatuh 14,2% setelah merilis hasil kuartal tiga yang lemah, menjadikannya saham berkinerja terburuk di Nikkei hari itu. Pelemahan Ibiden ikut menekan sentimen di segmen manufaktur komponen yang sensitif terhadap siklus permintaan global.
Saham-saham besar lain juga kompak turun, termasuk Advantest (-2,1%), Lasertec (-7,2%), SoftBank Group (-2,2%), Hitachi (-4,1%), dan NEC Corp (-11,8%). Tekanan paling terasa di saham-saham yang sebelumnya jadi favorit pasar karena momentum teknologi dan AI.
Dari dalam negeri, investor juga cenderung hati-hati menjelang pemilu kilat (snap election) untuk majelis rendah akhir pekan ini. Partai berkuasa LDP diperkirakan bisa menambah kursi dan mendorong kebijakan fiskal yang lebih ekspansif di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi—sebuah faktor yang bisa mengubah arah sentimen pasar dalam waktu dekat, tergantung hasil akhirnya.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id