Nikkei Pecahkan Rekor! Yen Melemah, Pasar Asia Tahan Napas
Indeks Nikkei 225 Jepang mencatat rekor baru pada hari Rabu(14/1), terdorong oleh spekulasi bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi bisa mengumumkan pemilihan umum sela, kemungkinan pada bulan Februari. Kenaikan ini membuat Nikkei melampaui angka 54.000 untuk pertama kalinya, sementara Topix juga mencetak rekor baru, naik 0,6%. Sejak Selasa, Nikkei sudah naik lebih dari 3%, menandai momentum yang kuat bagi pasar saham Jepang.
Sementara itu, yen Jepang melemah melewati level 159 terhadap dolar AS, mencapai titik terendah sejak Juli 2024. Penurunan ini membuat otoritas Jepang harus turun tangan untuk menahan pelemahan mata uangnya. Kondisi ini menambah ketidakpastian bagi para pelaku pasar yang memantau pergerakan mata uang dan saham secara bersamaan.
Di pasar Asia lainnya, pergerakan cukup bervariasi. Kospi Korea Selatan berada di garis datar, sementara Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil turun 0,37%. Indeks S&P/ASX 200 Australia datar, dan Hang Seng Hong Kong (HSI) berjangka menunjukkan pembukaan lebih kuat dibandingkan penutupan sebelumnya, memberi sinyal hati-hati namun optimis di kawasan Asia.
Sementara itu, Wall Street semalam mencatat koreksi karena investor bereaksi terhadap serangkaian proposal Presiden AS Donald Trump. S&P 500 turun 0,19%, Dow Jones turun 0,8%, dan Nasdaq turun 0,1%, dipicu aksi jual saham JPMorgan meski hasil laporan keuangan lebih baik dari perkiraan. Hal ini membuat pasar global menahan napas menunggu perkembangan politik dan ekonomi lebih lanjut. (az)
Sumber: Newsmaker.id