Nikkei Anjlok, Ada Apa di Balik Isu Kenaikan Bunga BOJ?
Indeks Nikkei 225 turun 1,14% dan ditutup di level 50.446 pada Jumat(5/12), sementara Topix melemah 1,05% ke 3.363. Pelemahan ini menghapus sebagian keuntungan sesi sebelumnya, seiring makin kuatnya spekulasi bahwa Bank of Japan (BOJ) bisa menaikkan suku bunga akhir bulan ini. Laporan menyebutkan anggota kunci pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi tidak akan menentang jika BOJ bergerak di Desember, meski beberapa pejabat senior masih hati-hati soal timing. Pasar bahkan sudah menghitung peluang 1-2 kenaikan tambahan tahun depan.
Sentimen negatif juga terbawa dari Wall Street yang tertahan semalam. Data tenaga kerja AS menunjukkan pasar kerja masih cukup kuat, sehingga sedikit mengurangi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan agresif memangkas suku bunga minggu depan. Kombinasi peluang kenaikan bunga di Jepang dan berkurangnya harapan pemangkasan bunga di AS membuat investor cenderung mengurangi risiko di pasar saham Jepang.
Tekanan jual di bursa Tokyo terlihat jelas pada saham-saham besar. Di antara yang mencatat pelemahan tajam adalah Advantest (-2,4%), Tokyo Electron (-2%), dan Toyota Motor (-2,3%). Di sisi korporasi, Mitsubishi UFJ mengumumkan rencana bermitra dengan Morgan Stanley di bisnis manajemen aset, memperpanjang kerja sama yang sudah terjalin selama 17 tahun - menjadi salah satu kabar positif di tengah pelemahan pasar. (az)
Sumber: Newsmaker.id