Nikkei Turun Tipis, Sinyal Koreksi atau Cuma Istirahat?
Saham-saham Jepang ditutup melemah tipis pada perdagangan Jumat(28/11), dengan Nikkei 225 turun 0,07% seiring tekanan di sektor Kertas & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi. Menariknya, di tengah pelemahan indeks, masih ada saham-saham yang terbang. Pacific Metals melonjak 6,80% ke 2.530,00 dan sekaligus menyentuh level tertinggi dalam 3 tahun. Okuma Corp. naik 6,66% ke 3.765,00, sementara Furukawa Electric menguat 4,73% ke 9.928,00. Di sisi lain, Mitsui Mining and Smelting memimpin pelemahan dengan turun 2,14%, diikuti Toho Co. yang turun 2,03% dan Fujitsu yang melemah 1,92%. Secara breadth, pasar sebenarnya masih positif: 2.542 saham naik, 1.059 turun, dan 235 stagnan, sementara indeks volatilitas Nikkei justru turun 10,52% ke 29,76, menandakan ketegangan pasar sedikit mereda.
Dari sisi komoditas dan mata uang, minyak WTI Januari turun tipis 0,08% ke $59,05 per barel, tetapi Brent Februari justru naik 0,41% ke $63,13 per barel. Emas berjangka Februari menguat 0,76% ke $4.221,30 per troy ons, mencerminkan minat investor terhadap aset aman masih cukup kuat. Di pasar valuta asing, USD/JPY naik tipis ke 156,39, sementara EUR/JPY sedikit turun ke 181,14. Indeks Dolar AS berjangka juga naik 0,08% ke 99,60, memberi sinyal bahwa pergerakan dolar masih menjadi salah satu faktor penting yang diawasi pelaku pasar Jepang. (az)
Sumber: Newsmaker.id