Hang Seng Coba Bangkit
Saham Hong Kong menguat tipis pada perdagangan Rabu pagi. Indeks naik sekitar 32 poin atau 0,1% ke level 26.518, mencoba memutus tren turun yang sudah terjadi empat sesi beruntun.
Kenaikan kecil ini mengikuti penguatan kontrak berjangka saham AS, meski Wall Street baru saja mencatat penurunan harian terdalam sejak 10 Oktober. Sentimen global kembali bergejolak setelah Presiden Donald Trump menghidupkan lagi ancaman tarif terhadap Eropa, memicu kekhawatiran volatilitas pasar.
Penguatan di Hong Kong dipimpin saham teknologi dan konsumer, sejalan dengan bursa China daratan yang juga cenderung lebih stabil. Dorongan datang setelah People’s Bank of China mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya tetap untuk bulan kedelapan berturut-turut, setelah Beijing menegaskan target pertumbuhan 5% pada 2025 berhasil dicapai.
Dari sisi korporasi, China Vanke mencuri perhatian setelah para pemegang obligasinya menyetujui rencana penundaan sebagian pembayaran obligasi yuan selama satu tahun, berdasarkan dokumen keterbukaan perusahaan. Kabar ini memberi napas sementara untuk sektor properti yang masih sensitif terhadap isu likuiditas.
Namun, ruang kenaikan tetap terbatas karena investor memilih berhati-hati menjelang rilis data inflasi Desember dan pembacaan kepercayaan bisnis kuartal pertama. Pada sesi awal, beberapa saham yang menonjol antara lain Wuxi Biologics, SMIC, Zijin Mining, dan China Hongqiao Group yang bergerak menguat.(asd)
Source: Newsmaker.id