Saham Hong Kong Lanjut Nanjak, Bayang-Bayang Properti Tiongkok
Saham Hong Kong kembali menguat pada awal perdagangan Kamis, dengan indeks Hang Seng naik sekitar 82 poin atau 0,3% ke level 26.012. Ini menjadi kenaikan hari keempat berturut-turut, sejalan dengan reli Wall Street yang juga naik empat sesi beruntun di tengah meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember. Seluruh sektor di Hang Seng dibuka di zona hijau, dengan saham teknologi dan properti memimpin penguatan. Sentimen juga terbantu oleh rebound bursa saham utama di daratan Tiongkok setelah sempat terkoreksi singkat.
Meski begitu, laju penguatan tertahan oleh data terbaru yang menunjukkan laba industri Tiongkok turun 5,5% secara tahunan pada Oktober, penurunan pertama dalam tiga bulan terakhir. Angka ini mencerminkan masih lemahnya permintaan dan tekanan harga yang terus berlanjut di sektor manufaktur. Di saat yang sama, pasar ikut mencermati laporan bahwa pengembang properti besar yang didukung negara, China Vanke, berupaya menunda pembayaran obligasi onshore yang jatuh tempo 15 Desember. Berita ini memunculkan kembali kekhawatiran soal seberapa jauh dukungan kebijakan pemerintah terhadap sektor properti yang tengah bermasalah.
Di level emiten, sejumlah saham mencatat kenaikan mencolok dan ikut mengangkat indeks. Pop Mart International melonjak sekitar 7,1%, diikuti SMIC yang naik 3,3%, China Hongqiao Group menguat 2,8%, dan Xiaomi Corp naik 2,3%. Kombinasi harapan rate cut The Fed, penguatan saham teknologi, dan rebound pasar daratan menopang sentimen jangka pendek, meski risiko dari perlambatan laba industri dan tekanan di sektor properti Tiongkok masih menjadi bayang-bayang yang perlu terus dipantau pelaku pasar.(asd)
Sumber: Newsmaker.id