Nikkei Naik Tipis Meskipun Secara Mingguan Masih Melemah
Saham Jepang ditutup menguat pada Jumat, namun tetap mencatat penurunan tajam sepanjang pekan karena konflik Timur Tengah terus mengguncang sentimen risiko global. Indeks Nikkei 225 naik 0,62% dan berakhir di 55.621, sementara Topix menguat 0,39% ke 3.717. Meski rebound di akhir pekan, kedua indeks masih turun lebih dari 5% dalam sepekan.
Tekanan mingguan terutama dipicu eskalasi konflik AS-Israel dengan Iran yang memasuki hari ketujuh, di tengah gelombang baru serangan rudal dan drone Iran ke wilayah Teluk. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah laporan bahwa Iran meminta gencatan senjata dan memberi sinyal tidak ada kesiapan untuk bernegosiasi, menjaga ketidakpastian geopolitik tetap tinggi.
Lonjakan harga minyak turut membebani pasar ekuitas karena memicu kembali kekhawatiran inflasi dan menambah risiko terhadap prospek pertumbuhan. Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda memperingatkan perang dapat berdampak signifikan terhadap perekonomian Jepang, memperkuat kehati-hatian investor di tengah volatilitas energi.
Di sektor saham, pergerakan teknologi cenderung campuran. Kioxia Holdings turun 1,6%, Fujikura melemah 4,6%, dan Lasertec turun 0,7%. Di sisi lain, Advantest naik 0,7%, Disco Corp menguat 2,6%, dan SoftBank Group naik 1,6%, membantu menopang indeks pada penutupan.(Cp)
Sumber: Newsmaker.id