Wall Street Terkoreksi, Lonjakan Minyak Picu Risiko Baru dari Hormuz
Saham AS melemah pada Senin (4/5) seiring perkembangan terbaru di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak dan menambah kekhawatiran soal stabilitas kawasan. Dow Jones Industrial Average turun 1,13% ke 48.941,90, S&P 500 melemah 0,41% ke 7.200,75, sementara Nasdaq Composite turun 0,19% ke 25.067,80.
Sentimen memburuk setelah Uni Emirat Arab menyatakan berhasil mencegat sejumlah rudal yang ditembakkan dari Iran. Ini menjadi aktivasi pertama sistem peringatan misil UEA sejak gencatan senjata AS–Iran dimulai bulan lalu. Kenaikan harga energi menguat setelah kabar tersebut: WTI melonjak 4,39% dan ditutup di US$106,42 per barel, sedangkan Brent naik 5,8% dan berakhir di US$114,44.
Minyak sudah lebih dulu menguat akibat laporan yang saling bertentangan soal insiden di sekitar Selat Hormuz. Media Iran melaporkan sebuah kapal diputar balik dari selat itu dan menyebut angkatan laut Iran memblokir kapal perang “American-Zionist” agar tidak memasuki zona tersebut. Kantor berita Fars juga melaporkan dua rudal menghantam kapal perang AS di dekat Pulau Jask setelah mengabaikan peringatan, namun laporan itu tidak terkonfirmasi secara independen. U.S. Central Command kemudian menyatakan tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena serangan.
Presiden Donald Trump pada Minggu mengumumkan inisiatif “Project Freedom” untuk membantu “membebaskan” kapal kargo negara-negara yang tidak terlibat konflik dan terjebak akibat penutupan Selat Hormuz, dengan target mulai berjalan Senin. Trump tidak merinci bagaimana operasi tersebut akan dijalankan. Di sisi diplomasi, Iran disebut telah menerima respons AS atas tawaran terbaru pembicaraan damai, setelah sebelumnya mengirim proposal yang diperbarui melalui mediator Pakistan pada Jumat. Namun Trump menyatakan tidak puas dengan tawaran Teheran, menjaga pasar tetap headline-driven. Dalam jangka pendek, kombinasi risiko keamanan jalur energi dan ketidakjelasan arah negosiasi cenderung mempertahankan premi risiko minyak dan menekan selera risiko di ekuitas.(Arl)*
Sumber: Newsmaker.id