Saham AS Pulih Dan Ditutup Lebih Tinggi
Saham-saham AS berbalik naik tajam pada Senin (9/3) dan ditutup jauh lebih tinggi, setelah pasar menilai konflik di Timur Tengah berpeluang berakhir lebih cepat. Pergeseran sentimen ini meredakan kekhawatiran stagflasi yang sempat menekan indeks utama di awal sesi.
Indeks S&P 500 ditutup naik 0,9%, Dow Jones Industrial Average bertambah 0,5%, sementara Nasdaq melonjak 1,3%. Penguatan terjadi setelah Presiden Donald Trump mengindikasikan kampanye militer terhadap Iran mendekati tahap penyelesaian dan Selat Hormuz mulai dibuka kembali untuk lalu lintas maritim.
Perubahan narasi geopolitik itu mendorong penurunan tajam harga minyak. WTI dilaporkan turun ke sekitar US$86 per barel, berbalik dari puncak semalam sekitar US$119 per barel yang sebelumnya memicu kekhawatiran stabilitas pasokan energi global. Penurunan minyak membantu menekan kembali ekspektasi inflasi berbasis energi yang sempat membayangi aset berisiko.
Di pasar saham, sektor semikonduktor menjadi penopang utama. Broadcom dan AMD menguat lebih dari 4,6%, memberikan dorongan pada saham-saham teknologi dan pertumbuhan berkualitas. Sebaliknya, sebagian saham keuangan seperti Wells Fargo masih bergerak lemah.
Morgan Stanley menilai pasar AS berpotensi mulai keluar dari fase “rolling correction” seiring pertumbuhan fundamental laba dinilai tetap solid. Fokus pasar kini beralih pada konfirmasi perkembangan konflik dan normalisasi arus energi melalui Hormuz, serta dampaknya terhadap harga minyak dan ekspektasi suku bunga.
Sumber: Newsmaker.id