Wall Street Menguat, Tapi Mode Hati-hati Masih Dominan
Indeks S&P 500 naik pada Rabu (4/3), melanjutkan momentum penguatan yang terbentuk di akhir sesi sebelumnya. Kekhawatiran soal potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi AS mulai mereda, sementara investor tetap memantau perkembangan perang AS–Israel melawan Iran.
Indeks acuan luas itu menguat 0,7%, sementara Nasdaq Composite naik 1,3%. Dow Jones Industrial Average bertambah 217 poin atau 0,4%.
Sentimen pasar ikut terbantu oleh rilis data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan. Pertama, laporan ADP menunjukkan perusahaan sektor swasta menambah lapangan kerja lebih banyak dari yang diantisipasi pada Februari. Kedua, sektor jasa/nonmanufaktur AS mencatat pertumbuhan yang lebih baik dari ekspektasi pada bulan lalu, dengan indikasi tekanan inflasi yang mulai mereda.
Respons positif terhadap data tersebut terjadi bersamaan dengan reli harga minyak yang mulai kehilangan tenaga. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada CNBC bahwa pemerintah AS akan membuat “serangkaian pengumuman” untuk mendukung kelancaran arus minyak melalui Teluk Persia. Pada saat yang sama, Brent dan WTI bergerak melemah tipis, setelah pada perdagangan Selasa sama-sama ditutup jauh dari puncak sesi namun masih menguat lebih dari 4%.
Newsmaker insight: Wall Street mendapat angin segar dari data ekonomi dan meredanya tekanan minyak, tetapi ketidakpastian geopolitik membuat pelaku pasar tetap memasang “mode hati-hati” — pergerakan aset masih sangat sensitif pada headline konflik Iran dan isu kelancaran jalur energi di kawasan Teluk.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id