ISM Jasa AS Melonjak, Permintaan Kuat dan Harga Input Mereda
Sektor jasa AS berekspansi pada Februari dengan laju tercepat sejak pertengahan 2022, ditopang penguatan pesanan baru dan aktivitas bisnis. Indeks jasa Institute for Supply Management (ISM) yang dirilis hari Rabu (4/3) naik 2,3 poin menjadi 56,1, melampaui seluruh perkiraan dalam survei ekonom.
Dorongan permintaan terlihat pada komponen pesanan baru yang naik ke 58,6—tertinggi lebih dari setahun—sementara ekspor juga menguat. Indeks aktivitas bisnis mencatat pertumbuhan tercepat sejak Mei 2024, dan backlog pesanan melonjak tajam ke level hampir empat tahun, memberi sinyal beban kerja yang kembali menumpuk di penyedia jasa.
Berbeda dengan survei manufaktur yang menunjukkan lonjakan harga input, tekanan harga di sektor jasa justru mereda. Indeks prices paid ISM jasa turun ke 63 dari 66,6 pada Januari, mendekati level terendah hampir satu tahun, di tengah kekhawatiran pasar terhadap inflasi energi.
Penguatan permintaan juga tercermin di tenaga kerja jasa, yang mencatat pertumbuhan paling sehat dalam setahun. Di hari yang sama, data ADP menunjukkan perusahaan AS menambah 63.000 pekerjaan sektor swasta pada Februari—di atas konsensus 50.000—sementara Januari direvisi turun menjadi 11.000.
Pasar kini menunggu laporan ketenagakerjaan resmi (NFP) pemerintah pada Jumat untuk menguji konsistensi sinyal dari ISM dan ADP, sekaligus membaca implikasi kombinasi “permintaan kuat tetapi tekanan harga jasa mereda” terhadap jalur suku bunga The Fed. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id