Bursa Asia Dibuka Waspada, “Perang Tarif Greenland” Bikin Pasar Goyang
Pasar saham Asia diperkirakan memulai perdagangan dengan langkah hati-hati, setelah ancaman tarif Presiden AS Donald Trump terkait Greenland kembali memanaskan tensi dagang dan menekan minat investor terhadap aset berisiko. Kontrak indeks untuk Jepang dan Korea Selatan turun tipis, sementara Hong Kong cenderung menguat dan saham Australia dibuka melemah.
Sentimen global sudah lebih dulu ditekankan pada Senin, ketika saham Eropa mencatat penurunan harian terbesar sejak November, sementara pasar AS libur. Di pasar berjangka, kontrak S&P 500 turun sekitar 0,9%. Di saat yang sama, investor berbondong-bondong mencari perlindungan: emas dan menutup perdagangan perak di rekor tertinggi.
Di pasar mata uang, dolar melemah sekitar 0,3% dan franc Swiss tampil paling kuat. Yen relatif stabil pada awal perdagangan Selasa setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi resmi mengadakan pemilu lebih awal bulan depan, yang langsung menambah lapisan komunikasi baru bagi pasar Jepang.
Trump sebelumnya mengancam akan menjanjikan negara-negara yang menolak rencana terkait Greenland, dan itu memicu kembali volatilitas yang sempat muncul di awal masa jabatan keduanya. Eropa mulai membahas aksi balasan, termasuk opsi tarif untuk barang AS senilai €93 miliar. Prancis disebut ingin mendorong aktivasi “instrumen anti-paksaan” Uni Eropa, tetapi Jerman dikabarkan lebih berhati-hati karena ketergantungannya pada ekspor.
Pasar obligasi juga ikut bergetar. Berjangka Treasury AS tenor 10 tahun turun, mengarah pada kenaikan tipis imbal hasil. Di Jepang, investor mengamati surat utang pemerintah yang ketat setelah pengumuman pemilu, karena imbal hasil sempat melonjak akibat rumor pemotongan pajak. Di sisi geopolitik Asia, ketegangan meningkat setelah Tiongkok mengirim drone militer ke wilayah udara Taiwan untuk pertama kalinya—langkah yang dinilai sebagai uji terhadap pertahanan Taiwan.(asd)
Sumber: Newsmaker.id