Dolar Merosot Saat Pasar Kaji Tarif Usulan Trump
Nilai tukar dolar AS melemah ke level terendah dalam sepekan terakhir terhadap mata uang utama lainnya pada hari Selasa (7/1) karena para pelaku pasar mengkaji apakah tarif yang diusulkan Presiden terpilih Donald Trump akan kurang agresif dari yang dijanjikan.
Pada hari Seninnya, dolar AS merosot terhadap euro dan poundsterling menyusul sebuah laporan di Washington Post bahwa para pembantu Trump sedang menjajaki rencana yang akan menerapkan tarif hanya pada sektor-sektor yang dianggap penting bagi keamanan nasional AS.
Namun, mata uang tersebut sedikit menguat setelah Trump membantah laporan tersebut dalam sebuah posting di platform Truth Social miliknya. Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang terhadap euro, sterling, dan empat mata uang rival lainnya, turun 0,25% menjadi 108,03 pada pukul 07.30 GMT, setelah turun ke level terendah 107,74 semalam, level terlemah sejak 30 Desember.
Pada 2 Januari, indeks naik ke level tertinggi 109,58 untuk pertama kalinya sejak November 2022, sebagian besar karena ekspektasi bahwa stimulus fiskal yang dijanjikan Trump, pengurangan regulasi, dan tarif yang lebih tinggi akan mendorong pertumbuhan AS.
Fokus juga akan tertuju pada data lowongan kerja JOLTS AS dan indeks Layanan ISM untuk Desember di akhir sesi.
Zona euro telah menjadi target khusus ancaman tarif Trump, dan euro naik 0,16% menjadi $1,0407, setelah melonjak ke level tertinggi satu minggu di $1,0437 pada hari Senin. Nilai tukar pound sterling naik 0,14% pada $1,25395, setelah naik hingga mencapai $1,2550 pada sesi sebelumnya.
Namun, dolar menguat 0,09% hingga mencapai 157,46 yen, dan sebelumnya naik hingga mencapai 158,425 yen untuk pertama kalinya sejak 17 Juli, yang didukung oleh imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi.
Yen mungkin juga telah dijual karena investor menyesuaikan posisi pada awal tahun baru, kata Shinichiro Kadota, seorang ahli strategi mata uang di Barclays, yang memperkirakan dolar akan berada pada 158 yen pada akhir Maret.
Dolar Australia dan Selandia Baru yang sensitif terhadap risiko melanjutkan kenaikannya, dengan dolar Australia naik 0,46% pada $0,6275 dan dolar Selandia Baru naik 0,66% pada $0,5681.(yds)
Sumber: Reuters