Dolar Menguat Terkait Memburuknya Masalah Anggaran Prancis
Dolar menguat pada hari Senin (2/12) di tengah melemahnya euro dan yen, karena para pelaku pasar terus mengevaluasi ketegangan politik di Prancis serta reboundnya imbal hasil Treasury.
Indeks dolar Bloomberg naik sebanyak 0,5%, sementara mata uang euro turun pasca partai sayap kanan Prancis mengancam akan menggulingkan pemerintah di tengah kebuntuan atas anggaran negara. Kontrak berjangka untuk Euro Stoxx 50 turun 0,9%, menunjukkan pembukaan yang lemah. Kontrak berjangka obligasi Prancis merosot.
Euro merosot sebanyak 0,6%. Mata uang tunggal mungkin akan mengalami pelemahan tambahan setelah anggota Dewan Gubernur Martins Kazaks mengatakan kepada penyiar bahwa Bank Sentral Eropa harus terus memangkas biaya pinjaman.
Di antara peristiwa global utama pekan ini, Ketua Fed Jerome Powell berpartisipasi dalam diskusi yang dimoderatori pada hari Rabu. Data ketenagakerjaan AS akan dirilis hari Jumat.
Di Asia, saham naik karena tanda-tanda stabilisasi ekonomi di Tiongkok. Aktivitas manufaktur di ekonomi terbesar kedua di dunia itu meningkat selama dua bulan berturut-turut pada bulan November, menurut survei swasta pada hari Senin.
Data Tiongkok juga mendukung harga minyak. Penguatan dolar AS memicu penurunan harga emas.
Indeks Spot Dolar Bloomberg naik 0,5%. Mata uang Euro turun 0,5% menjadi $1,0523. Yen Jepang turun 0,6% menjadi 150,64 per dolar. Yuan di luar negri turun 0,5% menjadi 7,2838 per dolar.(yds)
Sumber: Bloomberg