Dolar Terpukul, Yen Melonjak Usai Intervensi Jepang dan Minyak Turun
Indeks dolar versi Bloomberg mencatat penurunan harian terbesar dalam lebih dari tiga pekan setelah harga minyak mundur, sementara seluruh mata uang G10 menguat terhadap greenback. Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,9% pada hari Kamis (30/4), sekaligus menempatkan dolar di jalur penurunan bulanan 1,9%—terburuk sejak Juni.
Pelemahan dolar diperparah lonjakan yen setelah Jepang diduga kembali melakukan intervensi pasar valas. USD/JPY turun 2,5% ke 156,46 dan sempat menyentuh 155,57, dengan penguatan yen intraday mencapai sekitar 3%—terbesar dalam hampir dua tahun.
Di Eropa, euro dan pound turut menguat seiring sinyal kebijakan yang lebih hawkish. EUR/USD naik 0,5% ke 1,1738 setelah Christine Lagarde mengisyaratkan ECB akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada Juni. GBP/USD naik 1% ke 1,3608 setelah BOE menahan suku bunga, namun beberapa pembuat kebijakan membuka peluang kenaikan ke depan.
Franc Swiss juga menguat tajam, dengan USD/CHF turun 1,3% ke 0,7813, penurunan terbesar sejak 8 April. Kombinasi turunnya minyak, intervensi yen, dan pergeseran ekspektasi suku bunga di Eropa menjadi katalis utama pelepasan posisi dolar hari ini.(Arl)*
Sumber: Newsmaker.id