Emas Naik Saat Kekhawatiran Eskalasi Meningkat
Emas rebound setelah melemah tiga sesi beruntun, di tengah meningkatnya kembali permintaan aset safe haven menyusul laporan Axious yang mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump akan menerima pengarahan tentang opsi militer baru untuk bertindak di Iran.
Disaat bersamaan, spot gold naik 1,5% ke US$4.616,42 per ons pada 09:58 pagi di London, setelah sempat menguat hingga 1,8% dan kembali diperdagangkan di atas US$4.600. Penguatan ini datang setelah emas terkoreksi 3,4% dalam tiga sesi sebelumnya.
Pergerakan emas kali ini terjadi bersamaan dengan reli minyak, ketika harga crude menyentuh tertinggi empat tahun di US$126 per barel, seiring pasar menilai prospek eskalasi konflik Timur Tengah. Axios juga melaporkan Kepala US Central Command, Laksamana Brad Cooper, dijadwalkan memberi briefing pada Kamis.
Namun dari sisi fundamental, emas masih berada dalam tarikan berlawanan: lonjakan energi berisiko memperpanjang tekanan inflasi dan mendorong suku bunga bertahan tinggi, yang menjadi headwind bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil. Emas tercatat turun sekitar 13% sejak perang dimulai pada akhir Februari di tengah repricing ekspektasi kebijakan.
The Fed mempertahankan suku bunga pada Rabu, tetapi disertai dissent hawkish dari beberapa pejabat, sementara yield Treasury tenor 2 tahun naik tajam karena pasar menaikkan kembali taruhan pengetatan. Fokus berikutnya tertuju pada perkembangan situasi AS-Iran, arah harga minyak, pergerakan yield jangka pendek AS, serta dinamika dolar setelah Bloomberg Dollar Spot Index turun tipis 0,1% pada sesi ini. (gn)*
Sumber: Newsmaker.id