Dolar Melemah Terhadap Yen Terkait Isu Intervensi Jepang
Dolar AS melemah pada Kamis (30/4), dengan yen menjadi penggerak utama setelah pasar menimbang laporan bahwa Jepang melakukan intervensi valas untuk pertama kalinya sejak Juli 2024 guna menopang yen. Indeks dolar turun 0,8% ke 97,80 pada 10:45 ET, sementara USD/JPY turun ke 156,71, membawa yen ke level terkuat sejak Juli 2024.
Nikkei melaporkan pemerintah Jepang dan Bank of Japan melakukan intervensi pada 30 April dengan membeli yen dan menjual dolar. Isu ini menguat setelah Menteri Keuangan Satsuki Katayama sebelumnya memberi sinyal momen untuk tindakan “tegas” kian dekat. Jepang selama ini mengisyaratkan area sekitar 160 per dolar sebagai level yang bisa memicu langkah stabilisasi.
Pasar juga mencermati minyak. Brent sempat melonjak ke level tertinggi empat tahun semalam, namun kemudian memangkas kenaikan dan berbalik melemah. Katalis awalnya adalah laporan bahwa AS mempertimbangkan opsi militer untuk memecah kebuntuan dengan Iran. Di sisi lain, dinamika perang Iran masih memberi dolar “premi safe haven” karena AS dipandang relatif lebih terlindungi dari guncangan harga minyak sebagai eksportir energi besar dibanding Jepang dan zona euro—meski penguatan yen akibat intervensi membuat dolar terkoreksi sementara. (Arl)*
Sumber: Newsmaker.id