Yen Dapat Dukungan, Tapi GDP Jepang Jadi Rem
Pasangan USD/JPY gagal mempertahankan kenaikan sehari sebelumnya dan kembali tertahan di area resistensi 153,75 pada perdagangan Asia, Selasa. Tekanan jual muncul setelah harga menyentuh area tersebut, mendorong USD/JPY turun ke kisaran 153,25–153,20. Namun, pelemahan ini belum menunjukkan dorongan bearish yang kuat karena pelaku pasar masih menahan posisi besar sambil menunggu katalis berikutnya.
Penguatan tipis yen ditopang kombinasi perbedaan arah kebijakan BoJ – The Fed dan meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap potensi intervensi untuk menahan pelemahan yen. Di sisi lain, dolar AS juga kesulitan menarik pembeli yang berarti di tengah ekspektasi The Fed yang cenderung lebih dovish, sehingga ruang penguatan USD/JPY menjadi terbatas.
Meski begitu, keyakinan bullish pada yen juga tidak sepenuhnya solid. Rilis PDB Jepang kuartal IV 2025 yang hanya tumbuh 0,2% (disetahunkan)—jauh di bawah perkiraan 1,6%—memunculkan interpretasi bahwa urgensi BoJ untuk mengetatkan kebijakan lebih lanjut bisa dikurangi. Ditambah lagi, suasana risk-on dapat menahan permintaan safe-haven yen, sehingga penurunan USD/JPY berpotensi tetap “tertahan” bila sentimen global membaik.
Ke depan, fokus utama pasar mengarah ke rapat FOMC pada hari Rabu yang akan dibaca untuk petunjuk jalur pemangkasan suku bunga. Setelah itu, rangkaian data AS—termasuk indikator aktivitas (seperti kilat PMI) dan pernyataan pejabat The Fed—berpotensi menjadi pemicu pergerakan berikutnya. Dengan latar fundamental saat ini, tekanan pada USD/JPY cenderung mengarah ke bawah, tetapi volatilitas tetap mungkin meningkat jika muncul sinyal intervensi atau kejutan dari komunikasi The Fed. (asd)
Sumber : Newsmaker.id