Yen Tertahan di 155,5, Dolar Masih Perkasa
Yen Jepang masih berada di area 155,5 per dolar pada Selasa(2/03), setelah melemah dua sesi beruntun. Penyebab utamanya: dolar AS menguat didukung data ekonomi AS yang solid dan sentimen kebijakan suku bunga yang cenderung “ketat”.
Tekanan ke yen juga datang dari komentar PM Jepang Sanae Takaichi yang menyebut yen lemah bisa jadi peluang untuk industri ekspor. Walau ia kemudian mengklarifikasi maksudnya adalah mendorong ekonomi yang tahan terhadap fluktuasi mata uang, pasar menangkap sinyal bahwa pemerintah tidak masalah dengan yen yang lebih lemah.
Menteri Keuangan Satsuki Katayama ikut menenangkan, mengatakan pernyataan PM itu hanya menjelaskan prinsip ekonomi umum soal dampak mata uang lemah. Tapi buat market, narasi “yen lemah menguntungkan ekspor” tetap bisa jadi alasan tambahan untuk menekan yen.
Pelemahan yen juga terjadi menjelang pemilu cepat DPR Jepang pada 8 Februari, di mana partai penguasa yang dipimpin Takaichi diperkirakan menambah kursi dan mendorong kebijakan fiskal ekspansif. Ekspektasi belanja pemerintah dan stimulus biasanya membuat pasar menilai risiko defisit naik, yang bisa membebani yen.
Bulan lalu, obligasi pemerintah Jepang dan yen sama-sama melemah karena pasar sudah lebih dulu menghitung potensi stimulus dan diskusi pemotongan pajak. Kalau wacana ini makin serius, tekanan ke keuangan publik bisa bertambah—dan yen berpotensi tetap rentan selama dolar AS masih kuat.(asd)
Sumber: Newsmaker.id