Dolar Melemah, Pasar Menanti Pidato Pejabat Fed Pekan Ini
Dolar Amerika Serikat melemah pada Senin (22/9), yang menghentikan reli tiga hari berturut-turut, seiring investor menunggu komentar dari para pejabat Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter pasca bank sentral kembali memangkas suku bunga pekan lalu.
Dolar diperdagangkan mendekati level sebelum keputusan The Fed pekan lalu. Harga saat ini dianggap selaras dengan pernyataan bank sentral, yang menyoroti kekhawatiran meningkat terhadap kondisi pasar tenaga kerja AS sebagai pendorong utama arah kebijakan, menurut para analis.
Data ekonomi AS pekan lalu menunjukkan bahwa jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun, membalikkan lonjakan yang terjadi pada pekan sebelumnya.
Sementara kata Bob Savage, Kepala Strategi Makro Pasar di BNY Mellon "Minimnya data penting hingga rilis inflasi PCE inti pada Jumat nanti membuat investor punya ruang untuk mempertimbangkan ulang pemangkasan suku bunga The Fed dan arah kebijakan ke depan".
Dolar berada sedikit lebih rendah setelah rebound pekan lalu ketika The Fed memberi sinyal tidak akan terburu-buru untuk melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat. Dolar tercatat turun 0,23% ke level 97,43 terhadap sekeranjang mata uang utama.
Euro naik 0,30% ke $1,1783.
Yen Jepang menguat tipis 0,05% ke 147,85 per dolar AS, menyusul perubahan nada hawkish dari Bank of Japan pekan lalu yang memicu spekulasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, meskipun belum cukup kuat untuk menopang mata uang tersebut.
Analis mengatakan, salah satu faktor yang membuat BOJ masih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga adalah ketidakpastian politik menjelang pemilihan pimpinan Partai Demokrat Liberal Jepang yang dijadwalkan pada 4 Oktober.
Sementara kata Arend Kapteyn, ekonom UBS. "Kami merevisi naik proyeksi pasangan USD/JPY akhir 2025 dari 130 menjadi 143," "Pelemahan dolar kemungkinan akan lebih banyak dipengaruhi oleh siklus suku bunga AS dan potensi memburuknya sentimen risiko global," tambahnya.
Poundsterling menguat terhadap dolar pada Senin, setelah investor mengambil jeda pasca aksi jual Jumat lalu yang dipicu oleh kekhawatiran fiskal. Pound naik 0,25% ke $1,3502, setelah sempat menyentuh level terendah dua minggu di $1,3453 pada awal sesi.
Sementara itu, dolar Australia naik 0,10% ke $0,6596, setelah sempat turun ke $0,6575, level terendah sejak 8 September.(yds)
Sumber: Reuters