• Fri, Mar 6, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 July 2025 16:18  |

Dolar Melemah Pasca Lonjakan Akibat Tarif; Dolar Australia Melonjak

Dolar AS melemah pada hari Selasa (8/7), yang mundur dari lonjakan tajam semalam, seiring pelaku pasar mencerna perkembangan terbaru dalam negosiasi perdagangan Presiden AS Donald Trump.

Pada pukul 04:10 waktu timur AS (08:10 GMT), Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang utama turun 0,2% ke level 96,910, setelah sebelumnya sempat menyentuh puncak 97,280 pada perdagangan malam.

Dolar Serahkan Keuntungan Semalam

Trump pada Senin malam mengumumkan bahwa ia telah mengirim surat kepada 14 negara, termasuk Jepang dan Korea Selatan, untuk memberlakukan tarif impor yang jauh lebih tinggi. Ia juga menandatangani perintah eksekutif yang memperpanjang tenggat waktu kesepakatan perdagangan dari 9 Juli menjadi 1 Agustus, sambil menegaskan bahwa batas waktu baru tersebut masih bisa dinegosiasikan.

Menurut analis ING, “Pasar tampaknya menilai bahwa belum ada yang final, dan surat-surat ini hanyalah babak lanjutan dalam proses menuju kesepakatan dagang.”

Mereka menambahkan bahwa Indeks Dolar (DXY) kemungkinan akan tetap terkonsolidasi dalam kisaran luas 96,50–98,00, dan data penting berikutnya adalah rilis CPI bulan Juni yang diharapkan menunjukkan tanda-tanda awal tekanan inflasi yang meningkat.

Euro Menguat karena Optimisme Dagang

Di Eropa, pasangan EUR/USD naik 0,5% ke 1,1761, terdorong oleh harapan bahwa Uni Eropa akan mampu mencapai kesepakatan perdagangan yang baik dengan AS.

Sementara itu, pasnagan GBP/USD menguat 0,3% ke 1,3642, masih mendekati level tertinggi pekan lalu di 1,3787--level terkuat sejak Oktober 2021. Inggris adalah salah satu dari sedikit negara yang sudah menandatangani kesepakatan dagang dengan AS. Tingkat inflasi yang tinggi juga mendukung sikap hawkish dari Bank of England.

Dolar Australia Melonjak Usai RBA Tahan Suku Bunga

Di Asia, pasangan USD/JPY naik tipis 0,1% ke 146,10, dengan Yen Jepang mencoba stabil setelah anjlok hampir 1% semalam pasca Tokyo menerima surat dari Trump tentang pemberlakuan tarif tinggi mulai 1 Agustus.

Sementara itu, dolar Australia (AUD) menguat tajam setelah Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan untuk tidak menurunkan suku bunga, mendorong reli mata uang tersebut karena pasar sebelumnya memperkirakan kemungkinan pemangkasan.(yds)

Sumber: Investing.com

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
US DOLLAR

Dolar Mengakhiri Penurunan Tiga Hari Jelang Data Penggajian ...

Dolar menguat setelah tiga hari melemah karena para pedagang menunggu data pekerjaan AS untuk mengukur prospek pelonggaran ke...

7 February 2025 13:14
BIAS23.com NM23 Ai