Intervensi Yen Tekan Dolar AS
Dolar AS bergerak melemah pada perdagangan Senin (3/8) setelah investor mencerna keputusan terbaru Federal Reserve, intervensi bersama Amerika Serikat dan Jepang untuk menopang yen, serta meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Indeks dolar DXY turun sekitar 0,2% ke level 99,76 pada awal perdagangan Amerika. Dolar masih berada di bawah tekanan setelah kehilangan sekitar 1,5% sepanjang pekan lalu, menyusul keputusan The Fed mempertahankan suku bunga tanpa memberikan petunjuk kebijakan yang jelas.
Tekanan tambahan datang dari penguatan yen. Pasangan USD/JPY sempat turun menuju 155,20 sebelum bergerak di sekitar 156,46, sementara EUR/USD naik mendekati 1,1559. Pasar tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi lanjutan oleh Washington dan Tokyo.
Dolar juga terbebani oleh penurunan harga minyak setelah Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran mengenai Selat Hormuz dan program nuklir akan dimulai. Harga energi yang lebih rendah meredakan kekhawatiran inflasi dan mengurangi kebutuhan terhadap dolar sebagai aset aman.
Analisis Newsmaker: Dolar berpotensi tetap tertekan selama harga minyak dan yield obligasi AS melemah, sementara ancaman intervensi membatasi kenaikan USD/JPY. Namun, kegagalan negosiasi AS–Iran atau munculnya komentar hawkish The Fed dapat memicu pemulihan dolar secara cepat.(yds)
Sumber: Newsmaker.id