• Sat, Jul 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

10 July 2026 21:02  |

Dolar AS Menuju Pelemahan Mingguan, Yen Menguat

Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Jumat (10/7) dan berada di jalur penurunan mingguan untuk pekan kedua berturut-turut. Pelemahan ini dipicu oleh penguatan yen Jepang setelah pemerintah Jepang berencana meningkatkan investasi dana pensiun negara ke aset domestik. Di saat yang sama, meredanya ketegangan geopolitik menyusul munculnya harapan dimulainya kembali dialog antara Amerika Serikat dan Iran turut mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven.

Indeks Dolar AS (U.S. Dollar Index/DXY) bergerak relatif datar, namun masih berpotensi mencatat pelemahan sekitar 0,1% sepanjang pekan. Sementara itu, yen menguat sekitar 0,4%, mendorong pasangan mata uang USD/JPY turun 0,6% ke level 161,44. Penguatan tersebut menjadi angin segar bagi yen yang selama beberapa bulan terakhir berada di dekat level terlemah dalam hampir 40 tahun terhadap dolar AS.

Sentimen positif terhadap yen muncul setelah Menteri Keuangan Jepang yang baru, Satsuki Katayama, mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mengkaji kebijakan untuk mendorong Government Pension Investment Fund (GPIF) meningkatkan porsi investasinya pada aset-aset domestik.

GPIF, yang mengelola aset senilai sekitar 293,6 triliun yen (sekitar US$1,81 triliun), merupakan salah satu dana pensiun terbesar di dunia. Jika lebih banyak dana dialokasikan ke pasar domestik, kebutuhan terhadap yen diperkirakan meningkat sehingga memberikan dukungan bagi mata uang Jepang. Sejalan dengan itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun turun karena harga obligasi menguat.

Kebijakan tersebut dipandang sebagai upaya baru pemerintah Jepang untuk memperkuat nilai tukar yen setelah intervensi langsung di pasar valuta asing selama lebih dari satu tahun belum mampu membalikkan tren pelemahan mata uang tersebut. Selama ini, yen terus tertekan akibat perbedaan suku bunga yang lebar antara Federal Reserve (The Fed) yang menerapkan kebijakan moneter ketat dan Bank of Japan (BoJ) yang masih mempertahankan kebijakan moneter longgar.

Di sisi lain, tekanan terhadap dolar AS juga datang dari risalah rapat The Fed bulan Juni yang menunjukkan perbedaan pandangan di antara para pejabat bank sentral mengenai perlunya kenaikan suku bunga tambahan tahun ini. Selain itu, data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah pada pekan lalu mendorong investor mengurangi kepemilikan dolar.

Sentimen pasar semakin dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir, namun kemudian mengungkapkan bahwa Iran telah membuka peluang untuk melanjutkan perundingan. Harapan tercapainya solusi diplomatik ini mengurangi minat investor terhadap dolar sebagai aset lindung nilai.

Alasan Pelemahan Dolar AS

Yen menguat setelah pemerintah Jepang berencana meningkatkan investasi dana pensiun negara ke aset domestik, sehingga meningkatkan permintaan terhadap mata uang yen.

Harapan dimulainya kembali perundingan AS-Iran meredakan ketegangan geopolitik dan mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven.

Risalah rapat The Fed menunjukkan belum adanya kesepakatan mengenai kenaikan suku bunga lanjutan, sehingga ekspektasi penguatan dolar melemah.

Data ketenagakerjaan AS yang melambat memperkuat spekulasi bahwa ruang kenaikan suku bunga The Fed menjadi lebih terbatas.

Dampaknya

Yen berpotensi melanjutkan penguatan apabila pemerintah Jepang benar-benar merealisasikan perubahan strategi investasi GPIF.

Dolar AS kehilangan sebagian daya tariknya, terutama jika ketegangan geopolitik terus mereda dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed semakin berkurang.

Pasar obligasi Jepang mendapat dorongan, tercermin dari kenaikan harga obligasi dan penurunan imbal hasil.

Pasar valuta asing diperkirakan tetap volatil, dengan investor menunggu perkembangan kebijakan moneter The Fed, langkah pemerintah Jepang, serta dinamika hubungan AS-Iran yang masih berpotensi memengaruhi arah pergerakan mata uang global.(yds)

Suumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai