• Fri, May 8, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 May 2026 03:20  |

Dolar Tertahan, Yen dan Emas Ikut Dipengaruhi Tajuk Timur Tengah

Indeks Dolar AS (DXY) bergerak lebih lemah di sekitar $98 pada hari Kamis (7/5) saat pasar terus menilai ulang arah sentimen risiko di tengah tajuk cepat berubah terkait kemungkinan kesepakatan AS–Iran, termasuk isu pembukaan kembali Selat Hormuz.

Optimisme awal yang sempat menekan permintaan safe-haven mereda ketika laporan lanjutan menunjukkan sejumlah poin kunci masih buntu, terutama terkait akses maritim, pelonggaran sanksi, dan kerangka keamanan. Ketidakpastian itu membuat pergerakan FX kembali lebih dua arah: risk-on mendorong pelemahan dolar, sementara setiap sinyal hambatan negosiasi cenderung menghidupkan kembali dukungan defensif bagi greenback.

Di pasar utama, EUR/USD berada di sekitar 1,1750. GBP/USD di kisaran 1,3577. Sementara USD/JPY berada di sekitar 156,66, dengan perhatian pasar masih sensitif terhadap dinamika yield AS dan ketidakpastian geopolitik. Pada mata uang komoditas, AUD/USD diperdagangkan sekitar 0,7222.

Dari sisi komoditas, minyak tetap volatil seiring headline negosiasi yang berubah cepat. WTI berada di sekitar US$96,3 per barel, sementara Brent di sekitar US$101,4 per barel. Pergerakan ini mencerminkan tarik-menarik antara harapan de-eskalasi (yang biasanya menurunkan premi risiko suplai) dan risiko gangguan logistik/keamanan yang belum sepenuhnya mereda.

Emas bergerak dengan nada lebih lemah seiring berkurangnya permintaan safe-haven, dengan XAU/USD sekitar US$4.709,92. Secara transmisi, meredanya ketegangan biasanya menekan aset lindung nilai, sementara kembalinya ketidakpastian geopolitik dan volatilitas energi dapat kembali menopang permintaan defensif.

Pasar juga mencermati sinyal ketahanan tenaga kerja AS menjelang rilis data payroll, setelah klaim pengangguran terbaru (sesuai materi) menunjukkan kenaikan klaim awal namun klaim lanjutan menurun—kombinasi yang bisa menjaga ekspektasi kebijakan tetap sensitif pada data, dan berpengaruh ke dolar melalui jalur ekspektasi suku bunga serta pergerakan yield.

Ke depan, fokus pasar cenderung tertuju pada tiga variabel: perkembangan negosiasi AS–Iran dan status keamanan Selat Hormuz, arah minyak sebagai proksi premi risiko geopolitik, serta rilis data tenaga kerja AS yang bisa mengubah pricing ekspektasi kebijakan dan memantulkan volatilitas ke DXY dan pasangan mayor.(Arl)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai