Dolar Stabil, Ketidakpastian AS–Iran Dukung Permintaan Safe Haven
Indeks dolar AS (DXY) bertahan di sekitar 98,5 pada Kamis, berada di level tertinggi lebih dari sepekan, seiring minimnya kemajuan upaya perdamaian antara AS dan Iran yang menopang permintaan safe haven terhadap greenback. Ketidakpastian geopolitik menjaga pelaku pasar defensif dan mempertahankan dukungan jangka pendek bagi dolar.
Risiko juga datang dari Selat Hormuz yang masih efektif tertutup. Teheran disebut tetap menguasai jalur strategis tersebut dan telah menyita dua kapal, sementara blokade AS terhadap pelabuhan Iran berlanjut. Kondisi ini menahan harga energi di level tinggi, memperbesar kekhawatiran inflasi, dan memperkuat sensitivitas pasar terhadap setiap pembaruan diplomatik.
Presiden Donald Trump mengatakan gencatan senjata akan berlaku tanpa batas waktu sambil menunggu proposal perdamaian baru dari Iran. Di sisi kebijakan moneter, kekhawatiran inflasi yang bertahan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga tahun ini, sementara kandidat pimpinan The Fed Kevin Warsh menegaskan komitmen menjaga independensi bank sentral dari Gedung Putih.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada rilis weekly jobless claims serta data PMI yang akan datang untuk membaca kekuatan ekonomi AS. Data yang lebih kuat berpotensi menjaga dolar tetap solid, sementara pelemahan data dapat menguji ketahanan DXY jika sentimen risiko global membaik.
5 inti poin (detail & sederhana):
- DXY bertahan di sekitar 98,5, dekat level tertinggi lebih dari sepekan karena permintaan safe haven.
- Upaya perdamaian AS–Iran belum menunjukkan kemajuan berarti, menjaga sentimen defensif.
- Hormuz masih efektif tertutup; Iran disebut menyita dua kapal dan blokade AS berlanjut.
- Harga energi tinggi menjaga risiko inflasi, memperkuat ekspektasi The Fed menahan suku bunga tahun ini; Warsh menegaskan independensi The Fed.
- Pasar menunggu jobless claims dan PMI untuk sinyal lanjutan arah ekonomi AS dan pergerakan dolar.(Asd)
Source: Newsmaker.id