DXY Bertahan di $98, Optimisme Diplomasi Tekan Permintaan Safe Haven
US Dollar Index (DXY) bergerak datar dan bertahan di sekitar 98,20 pada perdagangan Asia Rabu (15/4), sekaligus menghentikan tren pelemahan tujuh sesi beruntun. Pergerakan terbatas mencerminkan keseimbangan antara penguatan teknikal jangka pendek dan berkurangnya permintaan dolar sebagai aset lindung nilai.
Sentimen risiko membaik seiring pasar menaruh harapan pada jalur diplomasi terkait konflik Timur Tengah. AS dan Iran dilaporkan menyiapkan putaran kedua pembicaraan damai sebelum gencatan senjata dua pekan berakhir, meski ketegangan di Selat Hormuz tetap menjaga risiko energi global.
Dari Washington, Presiden Donald Trump memberi sinyal negosiasi dapat kembali bergulir pekan ini, sembari menolak usulan penghentian pengayaan nuklir Iran selama 20 tahun. Wakil Presiden JD Vance juga menyebut ada “kemajuan signifikan” pada putaran awal pembicaraan di Pakistan, dengan diskusi lanjutan berpotensi berlangsung dalam beberapa hari.
Di sisi data, tekanan inflasi produsen AS yang lebih lemah dari perkiraan turut membatasi ruang penguatan dolar karena mengurangi urgensi The Fed untuk mempertahankan bias pengetatan. PPI naik 0,5% bulanan, di bawah konsensus 1,2%, sementara core PPI hanya 0,1% bulanan versus ekspektasi 0,6%.
Secara spekulasi, PPI tercatat 4% pada Maret, lebih rendah dari proyeksi 4,6% meski naik dari 3,4% pada Februari, sementara core PPI bertahan di 3,8%. Ke depan, arah DXY akan sensitif terhadap tindak lanjut konkret pembicaraan AS-Iran, perkembangan risiko Selat Hormuz yang memengaruhi harga energi, serta perubahan ekspektasi pasar terhadap jalur kebijakan suku bunga The Fed. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id