Dolar Tertekan Meski Blokade Dimulai, Fokus ke Islamabad
Dolar AS turun tipis pada Selasa (14/4) dan menuju penurunan harian ketujuh beruntun, ketika pelaku pasar berharap ada terobosan diplomasi di Timur Tengah meski militer AS mulai memberlakukan blokade pelabuhan Iran. Indeks dolar (DXY) turun 0,09% ke 98,25, mendekati level terlemah sejak awal Maret.
Harapan pasar bertumpu pada kemungkinan tim negosiasi AS dan Iran kembali ke Islamabad akhir pekan ini, setelah pembicaraan tingkat tertinggi dalam beberapa dekade berakhir tanpa hasil pada akhir pekan. Presiden Donald Trump mengatakan Iran telah menghubungi AS dan ingin mencapai kesepakatan, namun ia menegaskan tidak akan menyetujui perjanjian yang memungkinkan Teheran memiliki senjata nuklir.
Di sisi risiko, blokade pelabuhan Iran menambah ketidakpastian pemulihan Selat Hormuz dan memperpanjang gangguan rute energi global. Penutupan jalur sempit ini sebelumnya ikut mengerek harga minyak berdenominasi dolar dan menjadi salah satu penopang pergerakan greenback, namun kini pasar lebih fokus pada potensi de-eskalasi dan pelepasan posisi safe haven.
Di G-10, euro naik 0,17% ke US$1,1776 dan poundsterling menguat 0,17% ke US$1,3527. Dolar juga melemah hampir 0,2% terhadap yen ke 159,16, meski yen masih rentan karena risiko memburuknya neraca perdagangan Jepang jika harga minyak bertahan tinggi. Perhatian pasar tetap pada area 160 per dolar yang dipandang sebagai level sensitif yang bisa kembali memunculkan risiko intervensi otoritas Jepang. (Arl)*
Sumber : Newsmaker.id