Indeks Dolar Menguat: Hari ini Iran Jadi Penentu Arah
Indeks Dolar AS (DXY) menguat dan bertahan di atas level psikologis 100,00, perdagangan di sekitar 100,10 pada sesi Asia hari Selasa, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ancaman geopolitik di Timur Tengah. Penguatan dolar terjadi ketika pelaku pasar menyatukan perkembangan negosiasi dan eskalasi risiko menjelang waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump.
Trump pada Senin menilai proposal terbaru gencatan senjata AS dengan Iran “tidak cukup baik” dan meningkatkan ancaman serangan jika persyaratannya tidak dipenuhi. Ia mengancam akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan Iran apabila Selat Hormuz tidak dibuka kembali, dengan batas waktu Selasa pukul 20.00 ET (Rabu 00.00 GMT/07.00 WIB).
Dari pihak Iran, seorang juru bicara komando militer gabungan tertinggi menyatakan ancaman Trump tidak akan memaafkan “aib dan penghinaan” AS di kawasan. Narasi saling mendorong ini menjaga persepsi risiko tetap tinggi dan mendorong dolar menguat terhadap mata uang utama dalam jangka pendek, karena investor cenderung mengurangi eksposur risiko ketika semakin meningkat.
Kenaikan harga minyak yang memicu konflik juga dinilai memperumit jalur suku bunga Federal Reserve. Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, menyatakan kenaikan suku bunga dapat menjadi opsi jika inflasi tetap tinggi secara persisten, sehingga pasar kembali menimbang risiko kebijakan yang lebih ketat atau setidaknya bertahan lebih lama.
Di sisi data, indikator aktivitas jasa AS menunjukkan tanda pendinginan. Institute for Supply Management (ISM) melaporkan PMI Jasa turun ke 54,0 pada Maret dari 56,1 pada Februari, sekaligus berada di bawah ekspektasi 55,0, menandakan momentum melemahnya sektor tersebut meski masih berada di zona ekspansi.
Selanjutnya, perhatian menarik pada rilis Pesanan Barang Tahan Lama dan data ketenagakerjaan ADP AS pada hari Selasa. Kombinasi perkembangan geopolitik, dinamika harga energi, dan data ekonomi akan menjadi penentu apakah penguatan dolar berlanjut melalui jalur safe haven dan ekspektasi suku bunga, atau mulai mereda jika risiko eskalasi menurun dan data mengarah pada perlambatan yang lebih jelas.
5 Poin Terpenting :
- DXY menguat ke sekitar 100,10 dan bertahan di atas 100,00 karena permintaan safe haven meningkat.
- Trump menaikkan tekanan ke Iran dan menetapkan batas waktu Selasa 20.00 ET terkait Hormuz dan kesepakatan.
- Iran menegaskan ancaman Trump tidak mengubah sikapnya, menjaga agar geopolitik tetap tinggi.
- Kenaikan harga minyak yang dinilai memperumit jalur The Fed; pejabat The Fed Cleveland membuka kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi bertahan.
- PMI Jasa ISM turun ke 54,0 (di bawah ekspektasi 55,0), menunjukkan momentum akselerasi sektor jasa AS.(asd)
Sumber : Newsmaker.id