• Wed, Mar 25, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

25 March 2026 19:08  |

Dolar Bergerak Terbatas di Tengah Ketidakpastian Geopolitik dan Suku Bunga

Pergerakan dolar AS cenderung terbatas pada perdagangan terbaru, dengan indeks dolar (DXY) bergerak di kisaran 99, mencerminkan kondisi pasar yang masih menunggu arah yang lebih jelas. Sentimen global saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter, yang membuat pergerakan dolar cenderung sideways. Investor masih berhati-hati dalam mengambil posisi besar, seiring ketidakpastian terkait perkembangan konflik Timur Tengah dan arah suku bunga Amerika Serikat.

Di satu sisi, munculnya harapan de-eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran sempat menekan permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven. Namun di sisi lain, ekspektasi bahwa suku bunga AS masih akan bertahan di level tinggi memberikan dukungan bagi mata uang tersebut. Kondisi ini menciptakan tarik-menarik sentimen di pasar, sehingga dolar belum mampu bergerak signifikan ke salah satu arah.

Selain itu, pelemahan harga minyak yang terjadi setelah munculnya harapan gencatan senjata juga turut memengaruhi pergerakan dolar. Turunnya harga energi meredakan kekhawatiran inflasi, yang pada akhirnya mengurangi tekanan bagi Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter yang agresif. Hal ini membuat dolar kehilangan sebagian momentumnya, meskipun belum cukup kuat untuk mendorong pelemahan yang lebih dalam.

Secara keseluruhan, pergerakan dolar saat ini mencerminkan fase konsolidasi di tengah ketidakpastian global. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik, pergerakan harga energi, serta sinyal kebijakan dari Federal Reserve. Selama belum ada katalis yang kuat, dolar diperkirakan akan tetap bergerak terbatas dengan volatilitas yang mengikuti dinamika berita global.

Penyebab pergerakan dolar:

1. Sentimen geopolitik yang belum pasti

Harapan damai menekan dolar, namun ketidakpastian masih menahan pelemahan lebih lanjut.

2. Ekspektasi suku bunga The Fed

Suku bunga tinggi masih menjadi penopang utama dolar.

3. Penurunan harga minyak

Meredanya tekanan inflasi energi membuat dolar kehilangan sebagian kekuatan.

Hal yang perlu diperhatikan:

1. Perkembangan konflik Timur Tengah

Arah dolar sangat sensitif terhadap perubahan sentimen geopolitik.

2. Pergerakan yield US Treasury

Yield tetap menjadi indikator utama kekuatan dolar.

3. Data ekonomi AS (inflasi & tenaga kerja)

Data kuat akan mendukung dolar, sementara data lemah bisa menekan.(CP)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com NM23 Ai