Dolar Terpukul, Pasar Sambut Sinyal De-eskalasi
Indeks dolar AS (DXY) turun di bawah level 100 pada Senin (23/3) dan diperdagangkan di bawah $99, seiring membaiknya risk appetite setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Pasar menilai sinyal de-eskalasi tersebut mengurangi kebutuhan safe-haven, sehingga tekanan jual dolar mengalahkan dukungan dari yield yang relatif stabil dan ekspektasi The Fed yang masih hati-hati.
Komentar Trump memicu koreksi tajam harga minyak, meski pejabat Iran meredam peluang negosiasi dan menyatakan tidak ada pembicaraan dengan AS. Di FX utama, EUR/USD menguat ke sekitar 1,1630 dan menyentuh level tertinggi dua pekan, didukung ekspektasi kebijakan ECB yang relatif stabil. GBP/USD sempat melesat ke 1,3479 sebelum turun tipis ke 1,3430, tetap naik sekitar 0,8% karena pelemahan luas dolar.
Di Asia, USD/JPY jatuh ke 158,40 seiring yen menguat, dibantu sinyal Bank of Japan setelah Gubernur Kazuo Ueda menegaskan kenaikan suku bunga masih mungkin jika inflasi bergerak sesuai proyeksi. AUD/USD bergerak sempit di sekitar 0,7010 setelah sempat menyentuh hampir dua bulan terendah di 0,6910, dengan pasar menunggu rilis flash PMI Australia Maret pada awal sesi Asia Selasa. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id